*mungkin benar, dia harus dikasihani*
Dia adalah seorang wanita yang jika sekali dilihat sih.. pasti kamu/dia/mereka setuju.. she must be so lucky-lady.
If u’re looking for.. beauty.. there she is.. *pria2 pecinta wanita berkulit nyaris putih-bersih.. she has..*
If u’re looking for.. good-looking-one.. there she is..
If u’re looking for.. sweet-talk.. there she is..
If u’re looking for.. good-chef.. maybe she could be..
If u’re looking for.. fashionable one.. yeah.. she is..
If u’re looking for.. perfect-scene-of-woman.. maybe she is..
Mestinya ga ada yang harus dikeluhkan atau dirugikan. Mestinya ga perlu ada yang dicemburui atau menjadi iri. Tapi, aku bener2 makin ga ngerti. Atau inikah yang namanya “TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA TANPA CELA TANPA KEKURANGAN”.
Mulai bingung? Jangan dunk..
Lalu ini apa? Reaksi ketidaksukaan?
IYA
Jealousy???
BUKAN. Ga lah.. ngapain juga sih cemburu hehe
ga jadi manfaat..
Lalu ini apa? *mengingat ada beberapa posting sebelumnya.. yang yah menyangkut orang satu ini..*
Cuma ketidakmengertian akan sikap/sifatnya yang terbuka satu demi satu.
Iya sih.. “radar spesial”-ku membentengi aku dari “mengalami sendiri” apapun yang berasal dari Gurita ini. Meski ada hal2 yang menyebalkan, setidaknya ga nyakitin hati untuk jangka panjang.
*justru aku yang pernah jadi penyebab dia nangis hehe.. tapi ga ngerti juga kenapa dia mesti nangis untuk sesuatu yang ga sepatutnya diberi label ‘kesalahan’, ga ngerti deh..*
Tapi akan susah rasanya jika.. ada orang2 di sekitar aku yang jelas2 tidak bermasalah dan malah berbaik hati ke si Gurita.. tapi malah disakiti, dijelek-jelekkan dan dirugikan dengan cara2 yang ugh.. ya.. gitu deh.. “cara-kotor”.
Dan akan susah rasanya ketika.. aku menemukan orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Semakin susah rasanya jika aku selalu mendengarkan.. *dari mulut Gurita sendiri* betapa sengsara nasibnya.. *hemh.. padahal ada orang2 yang jauh lebih pantas dipandang sengsara.. malah ga mengeluhkan apapun sama sekali..*
Capek-mendadak ketika dia “memaksa” semua orang untuk tahu apa2 yang sedang terjadi dengan dia..
Dan???
Aku pernah mencoba untuk tahu kenapa.. *pasti ada alasan..*
Aku pernah mencoba mencari tahu dari sisi orang2 lain yang pernah diajak bercerita oleh dia..
Aku semakin tidak mengerti.. semuanya beda2..
Aku semakin tidak mengerti.. selalu ada sosok yang dikesankan.. hemh.. jadi jelek ajah kesannya
![]()
Lalu, kesimpulannya?
Tuhan, apa dengan semua itu dia bahagia ya???
Meski itu menyakitkan buat orang lain?
Kenapa harus dia lakukan ke orang2 yang justru tidak jahat padanya?
Apa harus begitu caranya untuk mendapatkan sesuatu?
Bukankah seharusnya dia bersyukur, dia punya banyak hal yang bahkan aku.. tidak bisa miliki???
Would you tell me..
Apa harus wanita memperlihatkan ketidakmampuan dan menjadikan kelemahan2 sebagai “senjata”?
Apa harus wanita tampil di hadapan pria2 dengan penuh airmata?
Apa emang iya ya.. pria2 KO nih dengan tipe wanita “senang-menjual-kelemahan-&-berairmata-&-terkesan-tak-berdaya”?
*mungkin benar, dia harus dikasihani.. padahal awalnya dah pengen marah hehe*


