Pak Biola
Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota..
naik delman istimewa, kududuk di muka..
Kududuk samping Pak Kusir yang sedang bekerja..
mengendarai kuda supaya baik jalannya..
Ini memang bukan hari Minggu.
Aku memang tak sedang berlibur.
Aku hanya sedang berdiam, rebah di sini.
(Tak Perlu Lagi) diPertanyakan..
Satu orang-dekat saya bertanya hari ini, tentang jalan hidup *baca: kehidupan karir* yang saya pilih.
Atas pertimbangan kemampuan saya, potensi yang (katanya) saya miliki.
Atas wajah-masa-depan yang (katanya) bisa saja saya miliki dengan apa yang sudah dikaruniakan Tuhan pada saya.
Terbangun..
*Quintet for Piano & Winds ‘Larghetto’ – Mozart*
Tumben2nya si saya mendengarkan Mozart, karena saya telanjur lebih nyaman dengan Chopin
Apa sih ya?
Softcopy
Kuke, lama ga nulis, ke mana aja?
Ada
![]()
Hanya sedang menikmati ketidakmampuan menuliskan apa2 di sini, berikut koneksi internet yang ga selalu bisa diandalkan di tengah ketidakjelasan cuaca![]()
Lalu apa kabarmu?
Dunia, Duniaku, Dunia-Lainku..
*OST. True Colors – Phil Collins*
Dunia, Duniaku, Dunia-Lainku..
Hemm.. emang ada berapa sih dunia yang kamu diami, Ke??