Catatan si Kuke



Keseimbangan

Tidak jarang orang2 mengernyit keheranan melihat kedekatan bahkan persahabatan saya dengan orang2 yang mungkin buat mereka termasuk dalam kategori “sulit”.
Tidak jarang orang2 pun berkomentar terhadap orang2 yang bisa mendekat ke sisi si saya yang lebih sering dinilai “sulit”.

Kok bisa sih??

Ya bisa saja. Kenapa tidak? Toh di antara kami terbentuk keseimbangan yang unik yang yah jangan harap juga semua orang dengan mudah mengerti ^^ *bahkan kami pun kadang2 ga ngerti hi3..*

Keseimbangan-unik itu tidak bisa dipaksakan hadir. Butuh semacam chemistry dan faktor X.
*siapa yang bilang gitu ya? he3 lupa. tapi katanya sih ga semua orang bisa ngerti si saya ^^ jadinya lebih sering orang salah paham ketimbang bisa menerima he3..*

Contoh sederhananya antara saya dengan Rani *halu R.. kena jatah niy buat bahan sharing yahh..*

Si saya sendiri lupa kapan tepatnya semua berawal antara kami*halah2.. bahasaku..* Tapi ya memang tidak ada dekat2nya sih, cuma sebatas teman sekelas yang kadang2 sekelompok. Sudah, itu saja. Tidak ada yang dapat didefinisikan sebagai teramat-sangat-istimewa :)

Entah bagaimana awalnya pun saya lupa *short-term memory yeuh..* tiba2 saya sudah ada di sana, di “ruang” yang mungkin tidak semua orang bisa memasukinya dengan bebas. Tiba2 dia juga sudah ada di “ruang-terbatas” si saya. Tidak ada proposal masuk. Tidak ada kesengajaan. Em, kalau tak salah ingat sih ada kejadian apa gitu deh *lupa ga ya?? he3.. kalopun inget yah cukup saya & R ajah yang tau hu3..*
Tiba2 masing2 kami punya porsi kepercayaan terhadap satu sama lain yang saya yakin sama sekali tak ada kaitannya dengan tanggal lahir yang berjarak 6 hari :)
Tiba2 kami bisa saling mendekat & menjauh tanpa pernah ada pemaksaan dan seringnya tak ada pertikaian. Automatically. Mungkin itu yang paling tepat untuk mendefinisikan kondisi saling-mendekat-&-menjauh itu ya :P
Tiba2 kami bisa saling menjadi penyeimbang ^^ begitu saja *kalo yang satu rewel, satunya lagi cool.. kalo yang satunya panik, satunya lagi cool.. kalo satunya hot, satunya lagi cool.. kalo satunya mulai2 geje, satunya cool eh ndak juga ding kadang2 malah bduanya sama2 geje hi3..*
Tiba2 kami bisa saling mengerti, padahal entah dari mana asal pengertian itu si saya juga bingung :P

Kami ya beginilah. Terlibat di satu keterkaitan yang menurut saya tidak perlu repot2 didefinisikan seruwet persamaan matematis dengan serangkaian penurunan rumus. Bahkan kami pun tak mengerti. Hanya merasa nyaman saja, dimana kenyamanan itu saya yakini sebagai keseimbangan yang berhasil tercipta. Apa2 yang saling kami lihat satu sama lain pada diri masing2 kebanyakan justru tak terlihat di mata orang2 lainnya.

Tapi tidak berarti kami benar2 tak lagi punya ruang pribadi, tak saling berargumen, tak saling berahasia satu sama lain. Buat saya malah lebih baik masing2 kami tetap punya “ruang” yang tak harus dibuka untuk tetap menjadikan diri kami sebagai diri kami sendiri. Rani ya Rani. Ayu ya Ayu :) bersahabat bahkan mungkin bersaudara tapi tetap menjadi diri masing2 agar tetap obyektif dan tetap bisa saling menguatkan dengan tepat. Bukan sekedar mendukung2 dengan mengatasnamakan persahabatan dan persaudaraan tapi sama sekali tak menjadikan kami “kaya”, malah potensial tersesat bersama.

Em, tapi apa kata Rani ya?? He3..

Tidak jarang orang2 mengernyit keheranan melihat kedekatan bahkan persahabatan saya dengan orang2 yang mungkin buat mereka termasuk dalam kategori “sulit”.
Tidak jarang orang2 pun berkomentar terhadap orang2 yang bisa mendekat ke sisi si saya yang lebih sering dinilai “sulit”.

Kok bisa sih??

Ya bisa saja ^^ jiwa & ragamu tahu persis ketika keseimbangan itu terjadi. Selamat menemukannya ;)


Leave a Comment

(required)

(required)



Formatting your comment
Back to Top | Textarea: Larger | Smaller