Catatan si Kuke



(menonton) Inglorious Basterds

Tanpa rencana..

Menjelang Maghrib dapat SMS dari si Vino.. ngajakin nonton sesuatu-yang-sama-sekali-blom-jelas..

Dadakan bersama Rani dan Yudha-si-buronan :P

Paris van Java..

Blitz Megaplex dunk ;) ada yang lain??

Inglorious Basterds..

Inglourious Basterds

Inglourious Basterds

Before.. karena ada Brad Pitt kayaknya jaminan mutu *ga baca Tarantino-nya.. ga menduga ini film perang macam apa..*

After.. ga nyesel dehh.. pantesan.. Tarantino punya ;)   bukan film perang biasa..

Emang bagus banget, Ke??

Wiii.. 3TU lah buat film ini..

Meski genre-nya sangat ga-jelas-abitss atau bisalah dikategorikan ber-genre “banci”, film ini ga kehilangan penyajian alur cerita yang terjaga apik*film ini disajikan per chapter berkesinambungan.. jadi yang kayak baca buku gitu lahh.. tapi ga yang tiba2 ma’jedul begini.. tiba2 begitu.. enak lah..* di sela2 tembak2an, latar perang, tragedi berdarah, horor, bahkan humor2-tak-terduganya ;) cantik..

Di chapter pertama bisa jadi Anda akan “tertipu” dengan manisnya demi melihat Landa *sentral antagonisnya nih.. The Jew Hunter.. berawal keren berakhir tragis hihihi..* berhasil mengetahui ada sekeluarga buronan bersembunyi di ruang bawah tanah sebuah rumah *lalu melepaskan Shoosanah.. wew.. ntar lihat deh pembalasan si Shoosanah itu.. tapi sayangnya ga kena nih pembalasannya ke si Landa.. wedew..*

Christoph Waltz --> Hans Landa

Christoph Waltz --> Hans Landa

Di chapter2 berikutnya.. tim Basterds *termasuk si Aldo tuh.. emmm pemerannya si Brad Pitt..* sukses memancing reaksi berupa tawa atau justru celetuk komentar seperti: “penting ga sih??”, “haiyaahhh..”, “heu??”, dan semacamnya.

Tarantino memang unik. Tapi justru di situ istimewanya. Tampak sekali dia tidak takut untuk membuat setiap karakter, bahkan Hitler, ber-”cela” meski itu potensial menimbulkan reaksi positif-&-negatif *kebayang kalo yang pro Nazi pro Hitler nonton film ini.. beughhh.. bisa rame itu.. yang warga Jerman ajah belum tentu bisa terima film ini..*

Akting masing2 pembawa karakter juga bisa dikatakan nyaris tak bercela atau malah tak bercela sama sekali, meski yahhh lagi2 ketika di chapter2 awal kita sudah menemukan karakter idola.. siap2 kecewa melihat ketololan karakter yang diidolakan tadi. ini terjadi pada si saya yang sudah jatuh suka dengan style Landa si Jew Hunter *bukan si Aldo-nya Brad Pitt.. meski karakter Aldo juga dibawain bagus..* tetapi terpaksa kecewa sambil ngakak melihat keputusan & pemikiran tololnya di akhir2 film.. *wew.. karakter yang aneuhh.. heuheu.. tapi tanpa karakter ini ga asik justru.. dan kalo ga salah info.. Christoph Waltz mendapatkan Best Actor di Cannes 2009 karena memukau sebagai Landa.. huhuhu..*

Jadi, ini termasuk film yang dirimu rekomendasikan untuk ditonton bagi yang belum menonton ya, Ke??

Yups.. yups.. dijamin ga kecewa..

Tapi dengan catatan.. tontonlah film ini tanpa pro-&-kontra, don’t you be so serious karena film ini ga berniat total rasis ya ;)

O iya, jangan kuatir tentang kebrutalan. Masih lebih brutal Rambo IV :P

Ada quote favorit, Ke, di sini??

Heuheu.. ada dunk ;) pastinya..

Quote ini muncul di sela2 ketegangan yang berlangsung di bar bawah tanah antara tim Basterds dengan tentara Nazi. Terjadi baku tembak setelah penyamaran tim Basterds terbuka hanya gara2 cara menyimbolkan tiga dengan jari *i mean.. kalo biasanya itu.. ketika kita mo bilang tiga dengan bahasa jari.. jari yang muncul kan jari telunjuk – tengah – manis dan dua lainnya tertutup.. nahhh.. kalo para Jerman di film ini melambangkan tiga itu dengan ibu jari – telunjuk – tengah.. emang gitu kah?? sepertinya iya..*

Nahhh.. semuanya yang ada di bar itu tewas.. kecuali Wilhem sang tentara Nazi dan Bridget si artis Jerman yang membelot *tragis deh tewasnya si Bridget.. dicekik sampai mati tuh sama si Landa pas pembelotannya terbongkar..*

Ceritanya si Aldo mo turun tuh ke bawah, tapi biasalah.. harus memastikan dirinya selamat dunk.. bukannya tertembak dan mati konyol..

Di akhir negosiasi itu Aldo menegaskan, “No trust, no deal!“, pada Wilhem *karena Wilhem cuma mikir pengen pulang ke Frankfurt buat ngeliat bayinya yang hari itu baru lahir..  ya dia termakan negosiasi itu.. padahal.. akhirnya ya tewas.. tapi bukan ditembak Aldo.. Bridget did that.. haduhhh..*

Nah, ya itu dia quote-nya ;)


Comments

  1. nengthree says:

    Orang bandung jg ternyata whahaha..

    *meluncur ke tkp..besok aja..

    kuke: bukan ^^ saya orang Indonesia.. ^^ makasih sudah berkunjung..

    | Reply Posted 1 month, 3 weeks ago


Leave a Comment

(required)

(required)



Formatting your comment
Back to Top | Textarea: Larger | Smaller