Buku ini sebenarnya sudah lama tersimpan di tumpukan buku yang sudah-dibeli-tapi-belum-sempat-dibaca, ada sekitar sebulan *novel yang saya beli karena tertarik dengan cover-nya yang super simple..*
Dini hari tadi, ketika saya (kembali) sulit tidur, saya memilih untuk menuntaskannya. Sempat terpotong tidur selama emm sekitar 5 jam
Novel ini dikategorikan dalam novel suspense, meski kalau boleh jujur masih kurang berasa suspense buat saya
*maaf ya penulis..*
Namun alur ceritanya yang berlompatan dari tahun yang satu ke tahun lainnya.. tetaplah indah dan menyenangkan buat saya
dengan tema yang memang tidak biasa di tengah semaraknya chicklit & teenlit, di tengah semaraknya novel2 religius *dengan cover yang seragam.. wajah wanita berkerudung atau mata wanita bercadar?? nantilah ini saya bahas.. kalo masih menarik buat saya?? he..*
Oke.. mari sedikit masuk ke novel Hujan ^^
Dendam & pembunuhan, dibumbui dengan warna cinta-terlarang. Pembaca dibawa menyinggahi dua zaman yang berbeda yang *dalam novel ini* saling terkait dengan sekian rentetan peristiwa. Atmosfer bahagia itu hanya ada di area cinta terlarang, selebihnya.. kelam.
Kelam karena kasih tak sampai seorang anak manusia yang membuatnya menjadi “gelap”.
Kelam karena dendam seorang anak yang harus menjadi saksi hidup kejadian sebagai akibat sisi gelap yang merasuki manusia & kehilangan masa bahagianya karena seseorang yang tak mampu berbesar hati menerima segala apa yang terjadi pada dirinya.
Peran utama novel ini.. bisa digambarkan sebagai seorang jenius yang tahu bagaimana memanfaatkan kejeniusannya untuk melunaskan hutang dendam, dan sebenarnya secara tak langsung.. menegakkan keadilan yang tertunda bertahun-tahun.. *membuat saya jadi berkeinginan membaca ulang semua koleksi komik Kindaichi saya.. he..*
Meski sejenius-jeniusnya dia, se-”dingin”2nya dia.. tetap terkalahkan oleh cinta.. *penggambaran sisi manusiawi yang terbilang umum namun tetap memberikan warna berbeda di atmosfer kelam novel ini..*
Pembunuhan terencana. Rapi. Terungkap sebenarnya *di akhir..*, namun tak bisa dibuktikan dan dipublikasikan.. *akurasi memperkirakan momen ya??*
Jangan bayangkan dia seorang penderita penyakit jiwa! Sama sekali bukan..
Sama sekali tak terduga, bahkan oleh pihak yang menyelidiki kasus tersebut.
Sekali lagi, penyajian dengan kerangka waktu yang berlompatan itu justru jadi poin yang paling aku suka, selain tema yang berbeda itu tadi
*bagian yang paling aku suka di Supernova - Ksatria, Putri & Bintang Jatuh.. tapi kemudian tidak tertemui lagi di Akar dan Petir..*
Ibarat sedang menonton perwujudan film dari novel ini.. begitu menurutku
![]()
*apa novel ini akan difilmkan?? setidaknya daripada memarakkan film horor dan komedi-dewasa-yang-lebih-mengarah-porno??*
Hem.. not bad untuk menghilangkan kepenatan benak di sela istirahat-otak saya
Terima kasih untuk kedua penulis yang sudah membuat novel yang tidak biasa di tengah semarak dunia penulisan fiksi saat ini ya..