Archive for the Buku Category

Hujan - Thee & Rien

Posted in Buku on 6.July.2008 by kuke

Buku ini sebenarnya sudah lama tersimpan di tumpukan buku yang sudah-dibeli-tapi-belum-sempat-dibaca, ada sekitar sebulan *novel yang saya beli karena tertarik dengan cover-nya yang super simple..*

Dini hari tadi, ketika saya (kembali) sulit tidur, saya memilih untuk menuntaskannya. Sempat terpotong tidur selama emm sekitar 5 jam :)

Novel ini dikategorikan dalam novel suspense, meski kalau boleh jujur masih kurang berasa suspense buat saya :) *maaf ya penulis..*

Namun alur ceritanya yang berlompatan dari tahun yang satu ke tahun lainnya.. tetaplah indah dan menyenangkan buat saya :D dengan tema yang memang tidak biasa di tengah semaraknya chicklit & teenlit, di tengah semaraknya novel2 religius *dengan cover yang seragam.. wajah wanita berkerudung atau mata wanita bercadar?? nantilah ini saya bahas.. kalo masih menarik buat saya?? he..*

Oke.. mari sedikit masuk ke novel Hujan ^^

Dendam & pembunuhan, dibumbui dengan warna cinta-terlarang. Pembaca dibawa menyinggahi dua zaman yang berbeda yang *dalam novel ini* saling terkait dengan sekian rentetan peristiwa. Atmosfer bahagia itu hanya ada di area cinta terlarang, selebihnya.. kelam.

Kelam karena kasih tak sampai seorang anak manusia yang membuatnya menjadi “gelap”.

Kelam karena dendam seorang anak yang harus menjadi saksi hidup kejadian sebagai akibat sisi gelap yang merasuki manusia & kehilangan masa bahagianya karena seseorang yang tak mampu berbesar hati menerima segala apa yang terjadi pada dirinya.

Peran utama novel ini.. bisa digambarkan sebagai seorang jenius yang tahu bagaimana memanfaatkan kejeniusannya untuk melunaskan hutang dendam, dan sebenarnya secara tak langsung.. menegakkan keadilan yang tertunda bertahun-tahun.. *membuat saya jadi berkeinginan membaca ulang semua koleksi komik Kindaichi saya.. he..*

Meski sejenius-jeniusnya dia, se-”dingin”2nya dia.. tetap terkalahkan oleh cinta.. *penggambaran sisi manusiawi yang terbilang umum namun tetap memberikan warna berbeda di atmosfer kelam novel ini..*

Pembunuhan terencana. Rapi. Terungkap sebenarnya *di akhir..*, namun tak bisa dibuktikan dan dipublikasikan.. *akurasi memperkirakan momen ya??*

Jangan bayangkan dia seorang penderita penyakit jiwa! Sama sekali bukan..

Sama sekali tak terduga, bahkan oleh pihak yang menyelidiki kasus tersebut. 

Sekali lagi, penyajian dengan kerangka waktu yang berlompatan itu justru jadi poin yang paling aku suka, selain tema yang berbeda itu tadi :D *bagian yang paling aku suka di Supernova - Ksatria, Putri & Bintang Jatuh.. tapi kemudian tidak tertemui lagi di Akar dan Petir..*

Ibarat sedang menonton perwujudan film dari novel ini.. begitu menurutku :)

*apa novel ini akan difilmkan?? setidaknya daripada memarakkan film horor dan komedi-dewasa-yang-lebih-mengarah-porno??*

Hem.. not bad untuk menghilangkan kepenatan benak di sela istirahat-otak saya :)

Terima kasih untuk kedua penulis yang sudah membuat novel yang tidak biasa di tengah semarak dunia penulisan fiksi saat ini ya..

Divortiare - Ika Natassa

Posted in Buku on 5.July.2008 by kuke

Ini novel yang baru saya beli siang tadi di Gramedia, bersama dengan 2 komik dan 1 buku penulisan ilmiah. Novel kedua Ika Natassa yang saya miliki *kebetulan??* setelah buku pertamanya.. A Very Yuppy Wedding.

Jika novel pertama lebih menceritakan tentang perkawinan, kali ini justru tentang perceraian.. *cukup menarik… mengingat penulisnya still single..*

Sebagai pembukaan.. pembaca memang sudah tidak disuguhkan dengan kehidupan perkawinan morat-marit yang memicu perceraian, tapi lebih kepada kehidupan Alexandra yang sudah menjanda di usia 27 tahun.

Karakter Alexandra mungkin bukan karakter yang jarang lagi ditemui kini di tengah semaraknya novel2 Indonesia *tidak khusus chicklit MetroPop*.

Wanita karier, terbilang sukses dengan kariernya, mandiri, not-bad. 

Pasca perceraiannya dengan Beno - Sang Dokter Bedah, kehidupan Alexandra boleh dikatakan berputar di sekitar dunia kerja, kantor, meeting *yang bisa jalan2 ke mana2 hem..*

Selain itu?? Wina - sahabat yang juga teman di masa kuliah.. yang gigih mengeluarkan Alexandra dari “sarang-nyaman”-nya yang sungguh sangat tidak nyaman di mata orang2 terdekatnya..

Pria lain?? … *o..oo..*

Ada sih kemudian.. *sayangnya ending-nya kok seperti bakal ada sekuelnya yah ini novel.. hihi.. jadi ingat film drama Mandarin*

Terlepas dari Beno??

Belum sepenuhnya juga, karena Alexandra masih lebih merasa nyaman menghubungi Beno kala sakit, atau ketika ibunya terkena serangan jantung.

Belum sepenuhnya.. karena ada2 saja kejadian tak terduga yang membuat mereka bertemu kembali.

Belum sepenuhnya.. karena ada tattoo nama Beno di dada kiri Alexandra.. *well..*

Novel ini mengalir dengan alur yang terbilang enak *hingga bisa saya selesaikan sambil menghabiskan makan malam plus jus stroberi he..* dan juga tidak akan aneh jika dibaca oleh pembaca lajang.

Potensial membuat pembaca penasaran.. :D

Penasaran..

Apa iya sih sudah tepat Alexandra & Beno bercerai?? Kok seperti sudah jodoh begitu.. selalu bertemu dan bertemu lagi?? Kenapa selalu Beno yang lebih bisa jadi pahlawan buat Alexandra??

Penasaran.. *tapi jawabannya.. lebih tepat menggantung.. hihi..*

Nahhh mbak Ika, kalau saya lebih penasaran.. novel berikutnya.. yang ke-3, ke-4, dst nanti temanya apalagi ya?? Lebih out-of-the-box kah??

PR Khusus #2

Posted in Buku, cerita-apa-aja on 24.May.2008 by kuke

Beberapa hari ini saya menghabiskan chapter 2 & 3 The Success Principles – Jack Canfield. Dan.. saya terbingung-bingung :)

Kenapa bingung?

Karena.. karena diri saya sendiri.

Pertanyaan terbesar saya adalah:

Apa iya selama ini saya tidak tahu tujuan hidup saya?
Apa iya selama ini saya bukannya menjalani impian saya sendiri, melainkan impian orang lain?
Yah, itu saya jawab untuk diri sendiri saja ya :)

..
Jadi hasil saya membaca begini..
..

Di chapter 2 & 3.. Canfield membahas tentang “Alasan Keberadaan Anda di Dunia”, “Tujuan Hidup”, “Apa yang Anda Suka untuk Lakukan”, “Apa yang Anda Inginkan”, “Visi”..

Menurut Canfield, “Hidup sesuai tujuan” berarti melakukan apa yang Anda sukai, melakukan apa yang merupakan keahlian Anda, dan mencapai apa yang penting bagi Anda.

Beberapa tujuan hidup pribadi yang dicontohkan dalam buku ini misalnya: Melayani Tuhan dengan menjadi contoh sukacita total (pengasih, ceria, kuat, & penuh semangat); Mengangkat kesadaran kemanusiaan melalui bisnis.

Pertanyaan.. apa tujuan hidup si Kuke??

Hem, Canfield mencoba membantu dengan menyediakan latihan nih buat pembaca.

Latihan 1 : Buatlah daftar saat2 ketika Anda merasa paling gembira & bergairah.

Tidak disebutkan berapa jumlah item yang harus dituliskan. Dan.. belum selesai dengan hanya membuat daftar sih. Ada pemilahan.
Jika indikator kesuksesan menurut Anda adalah penghasilan yang besar, Anda pun perlu memilah mana di antara item2 dalam daftar itu yang paling potensial menjadi lahan & jalan kesuksesan Anda.
Jika indikator kesuksesan menurut Anda adalah pelayanan yang maksimal, Anda perlu memilah mana di antara item2 dalam daftar tersebut yang paling memungkinkan Anda melaksanakan pelayanan berkualitas sebanyak-banyak yang Anda ingin dapatkan.

Latihan 2 : Latihan Tujuan Hidup

Ini yang agak2 repot :)  sampai2 saya harus bertanya ke beberapa orang untuk memastikan.

Oke, di sini yang dilakukan adalah menentukan tujuan hidup.

Dimulai dari menentukan 2(dua) pembawaan khas yang Anda miliki. Canfield mencontohkan “semangat” & “kreativitas”.

Selanjutnya, menentukan cara 1(satu) atau 2(dua) cara yang paling Anda sukai untuk mengungkapkan pembawaan khas itu, misalnya: “mendukung” & “mengilhami”.

Lalu, definisikan.. seperti apa sih dunia yang sempurna itu? Bagaimana cara orang saling berinteraksi (idealnya)? Bagaimana rasanya? Canfield mencontohkan: Semua orang bebas mengungkapkan bakat unik masing2; Semua orang bekerja dengan selaras; Semua orang mengungkapkan cinta kasih.

Terakhir, penggabungan hasil dari ketiga aktivitas di atas: Tujuanku adalah menggunakan kreativitas dan semangatku untuk mendukung & mengilhami orang lain untuk secara bebas mengungkapkan bakat mereka dengan cara yang selarasa dan penuh kasih.

Apakah Kuke sudah berlatih dengan 2(dua) latihan di chapter 2 tersebut??

Sudah. Hasilnya cukup mengejutkan :D *di bagian hal2 yang potensial memberikan kebahagiaan tersendiri dalam hidup saya*

Tapi, mungkin itu dibahas personal saja dengan Bos-merangkap-guru-saya :) tujuan hidup pribadi ya untuk pribadi saja dulu ya.. hehe..

Sementara itu, di chapter 3, saya lebih banyak dihadapkan pada materi “Apa yang Anda Inginkan”.

Yup, apa sih yang ingin Anda lakukan? Ingin menjadi apa? Ingin melakukan apa? Ingin memiliki apa?

Canfield menegaskan bahwa hal2 tersebut haruslah sejelas Tujuan Hidup yang ditentukan di chapter 2. Karena menurut Canfield, salah satu alasan utama mengapa kebanyakan orang tidak memperoleh apa yang mereka inginkan adalah karena mereka belum memutuskan apa yang mereka inginkan; belum secara jelas dan terperinci memutuskan hasrat mereka.

Untuk chapter 3 ini, salah satu latihan yang dilakukan adalah membuat daftar yang berisi:

30 hal yang Anda ingin lakukan
30 hal yang Anda ingin miliki
30 hal yang Anda ingin capai sebelum Anda mati
*bisa dilakukan sendiri atau dengan menggunakan jasa teman/saudara/keluarga*

Pematangan dari chapter 2 & 3 adalah.. Visi yang jelas tentang Kehidupan Idaman dari diri kita masing2 *jadi dalam hal ini.. selain hasil dari chapter 1 tidak dilupakan, chapter 2 & 3 ternyata tidak bisa dibaca terpisah juga* :)

Visi yang akan dimiliki adalah sebuah gambaran terinci tentang posisi yang Anda inginkan, seperti apa tujuan yang ingin dicapai.

Menurut Canfield, visi tersebut perlu didukung oleh: pekerjaan & karier, keuangan, rekreasi & waktu luang, kesehatan & kebugaran, hubungan, tujuan pribadi, & sumbangan bagi komunitas yang lebih luas.

Dalam hal ini, tidak perlu mengetahui persis bagaimana sih cara agar tujuan itu tercapai. Yang penting adalah.. ada dulu tujuannya.. cara mencapainya akan terpecahkan bertahap.. seiring waktu yang Anda tetapkan untuk mencapai tujuan tersebut.

*ada sesi latihan pemantapan visi juga tuh di chapter 3*

Visi ini.. juga jangan dipendam sendiri, diketahui sendiri. Canfield menyarankan untuk membagi visi tersebut dengan orang lain. Nah, ketika berbagi visi, jangan takut dulu dengan reaksi yang akan dihadapi, karena kita tuh tidak jarang sama2 tidak tahunya dengan orang lain. Positive thinking saja, maka acara berbagi visi tersebut tidak akan percuma. Karena ketika disampaikan, secara tidak langsung kita telah mempertegas visi itu dalam diri kita sendiri.

Sudahkah mendapatkan Visi Hidup, Ke??

Untuk sementara.. off-the-record dulu..

Saya belum siap berbagi *masih belum yakin.. apa itu yang namanya visi??*

Begitulah, chapter 2 & 3 The Success Principles plus campur-aduk saya :D

Chapter berikutnya.. <bersambung> ^_^

Pssttt.. tapi saya mau membuat posting “30” sesudah ini.. he he..