Saya dapat PR khusus dari Bos..
Satu.. memiliki & membaca buku THE SUCCESS PRINCIPLES - Jack Canfield..
Dua.. (sebisanya) mempraktekkan hasil membaca saya
*tidak ada pemaksaan.. karena dia sedikit-banyak sudah paham saya..*
Emh, buku2 seperti ini sebenarnya bukanlah tidak menarik buat saya. Meski untuk memilikinya, hem.. pertimbangannya selalu butuh waktu lebih lama daripada ketika saya harus mempertimbangkan untuk memiliki novel atau komik he he
Bos saya termasuk tipikal orang yang tidak memandang novel & komik punya nilai manfaat yang tidak kecil dalam urusan memotivasi orang untuk melakukan hal berguna, menjadi sukses, atau hal2 serius lainnya. Buat dia.. novel & komik itu hanya untuk hiburan he..
Padahal.. seandainya nih Bos mau meluangkan waktu bersama dengan koleksi2 saya.. pandangan itu pasti terpatahkan.. *yakin.. yakin..*
Tapi.. dari awal.. saya lebih suka memotivasi diri menjadi lebih baik dengan cara yang berbeda. Tidak memilih untuk ikut2an orang2 lain yang beramai-ramai berkumpul di tumpukan buku2 dengan tema motivasi.. *tidak suka menjadi sama dengan mudahnya.. itulah saya.. hehe.. kalopun pada akhirnya sama.. setidaknya saya sudah melihat dari sudut pandang lain.. gitu..*
Makanya.. saya ya baru2 ini saja punya buku bertema motivasi begini.. he he
under-myBoss-influence sih sebenarnya..
Yup.. under his influence.. sama sekali tanpa pemaksaan..
Dia tahu saya suka membaca.. dia beri saya buku.. *PR saya sebelumnya: The Purpose Driven Life - Rick Warren, Emosi yang Mematikan - Don Colbert, Skill with People - Les Giblin..*dibelikan/diberikan*
Dia tahu saya ada kalanya malas membaca dan lebih suka menonton/mendengarkan.. dia beri saya VCD/DVD yang isinya ceramah2 motivasi..
Dia tahu saya suka memperhatikan sekeliling saya & merekam poin2 tertentu.. *tanpa ada yang menyadari, bahkan saya pun tidak* .. dia mengajak saya ke lingkungan2 yang variatif..
Dia selalu punya skenario khusus agar hasil didikannya itu terlihat dalam setiap tindak-tanduk & pemikiran saya.. *dan selalu tak tertebak..*
Poin pertama yang sedang saya camkan baik2 saat ini dari THE SUCCESS PRINCIPLES adalah.. BERTANGGUNG JAWAB 100% ATAS KEHIDUPAN SAYA..
Yup.. saya *sembari multitasking* sibuk mengadakan tanya-jawab dengan diri sendiri dan melihat fakta2 dari apa2 yang sudah saya lalui.
Apakah saya sudah bertanggung jawab 100% atas kehidupan saya?
Seberapa besar persentase saya berdalih jika saya tidak berhasil melaksanakan sesuatu dengan tepat?
Masihkah saya mengeluh.. mengeluh.. dan terus mengeluh jika ada hal2 yang terjadi dalam hidup saya?
Sudahkah saya tidak menyalahkan orang/pihak lain jika terjadi kegagalan atau sesuatu yang tidak diharapkan?
Dari hasil pengamatan sementara.. SAYA BELUM 100% BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEHIDUPAN SAYA..
honestly.. Ya kalau harus berani bilang.. saya baru mencapai 50%.. *belum berani bilang 70%.. meski dalam hati ingin bilang begitu.. he he..*
Soalnya.. kadang2 saya masih suka mengeluhkan sesuatu *padahal.. dikeluhkan juga.. ya kalau dirunut-runut.. sebagian besar kembali bermuara ke saya juga.. he he..*
Soalnya.. masih ada sesi “berdalih” di saat2 tertentu.. *semoga bisa diminimalisir lagi..*
Lalu, ada kalanya saya tidak bisa menahan untuk tidak menyalahkan orang/pihak lain. Biasanya sih.. kalau saya yakin memang asal-muasal kesalahan itu sangat jelas bukan dari saya.. he he.. *yakin sekali ya??*
Itulah 50% yang hilang..
Kenapa saya beri bobot 50%??
Saya sudah menyadari bahwa setiap pilihan yang saya tetapkan itu punya konsekuensi tersendiri. Karena sudah memilih.. maka tidak boleh mengeluh dan mengandalkan orang lain untuk menggenapkan pilihan tersebut. Saya harus menggenapkannya (baca: mencapai tujuan/impian saya dengan melakukan aktivitas2 tertentu) sendiri.. dengan atau tanpa bantuan siapapun.. *saya berani bilang.. dari kecil.. begitulah adanya saya..*
Dan.. baik/buruk-nya hasil yang saya terima.. ya sudah diterima
karena itulah hasil dari usaha saya menggenapkan pilihan yang sudah saya tetapkan. Saya harus bisa menyikapi hasil apapun dengan tindakan korektif yang tepat.
Ho ho ho.. sungguh itu bukan hal mudah loh. Berproses. Saya baru bisa mulai menerima hasil dengan reaksi yang baik.. itu sesudah saya melewati kegagalan saya di kelas 2 SMP.
Ceritanya.. *kegagalan yang saat itu menjadi pukulan telak nih buat saya adalah..* saya terdepak dari 3 besar ranking kelas dan jauh dari ranking sekolah.. *kala itu.. kelas 2 SMP*. Buat saya.. tidak ada yang salah dengan pengetahuan saya, tidak ada yang salah dengan diri saya. Lalu saya menganggap.. itu sentimen pribadi wali kelas saya *apalagi saya menemukan bekas penghapus & penebalan tulisan yang mengindikasikan sesuatu yang tidak benar sedang terjadi..* Saya menangis hebat saking kesalnya. Sibuk bertanya kenapa. Sibuk menyalahkan orang lain.
Lalu apakah saya kemudian menyadari bahwa reaksi saya itu kurang baik sebenarnya? Apakah langsung menyadari tindakan korektif apa yang saya perlukan.. selain belajar lebih giat lagi??
Tidak langsung sih.
Saya baru bisa mengambil hikmah dari kegagalan itu.. kira2 setahun sesudahnya, ketika saya keluar dari zona nyaman dan bertandang ke zona yang sama sekali berbeda tantangannya.. *ketika sudah SMA, di Semarang*.
Saya baru bisa menerima bahwa kegagalan itu.. ya sebenarnya karena saya sendiri yang merasa “sudah-bisa”, tidak sadar menjadi sombong karenanya
terus acara belajarnya jadi tidak serius.. *bad habit ya?*. Padahal.. modal-merasa-sudah-pintar itu sama sekali tidak ada apa2nya untuk menaklukkan dunia hehe.. *justru menjatuhkan saya ke jurang gelap hitam terdalam.. halah2..*
Sesudah itu ya berproses lagi
ada kalanya saya terlupa, terlena dengan hasil2 yang saya dapatkan.. hehe.. sibuk menargetkan harus dapat apa/berapa.
Untungnya Tuhan selalu mengingatkan saya dengan.. lagi2.. memberikan saya kegagalan.. agar saya menyadari bahwa.. kalau kita melakukan yang terbaik.. hasil yang terbaik pasti akan mengikuti kok dengan serta-merta ^_^ *meski.. punya target ya perlu.. untuk indikator pengukuran tingkat keberhasilan.. hehe..*
Itulah kenapa saya berani menilai diri sendiri 50% sudah bertanggung jawab.
Saya sudah menyadari, sudah berupaya. Tapi.. masih sering tuh “kelupaan” saya kerap muncul karena terbuai dengan keberhasilan yang saya anggap sudah TOP itu he he. Dan.. saya masih belum bisa untuk menanggalkan acara “berdalih” & mengeluh.. 100%..
Okeh.. nanti akan ada posting2 berikutnya dari hasil mengerjakan PR khusus ini..
Ayo, Ke… semangat!!