My Poetries v.300708

 Puisi?

Hem.. ini sebenarnya bukan hal baru. Aku suka membuat puisi, lebih ke puisi bebas. Karena aku.. bebas.. ^^v

Awal tertarik mencoba membuat puisi.. dulu sih sewaktu aku kelas 5 SD, pelajaran Bahasa Indonesia.

Ceritanya.. hari itu ada Ulangan dari Pak Azwar *semoga ini benar namanya ya?*, dan si Kuke kecil bosan jika harus mengarang dan mengarang lagi. Jadi.. kenapa tidak mencoba dengan puisi? Toh Bahasa Indonesia tidak cuma mengarang kan?

Nekad :) *masih terikat gaya.. 1 bait 4 baris tuh..*

Hasilnya?? Memuaskan he.. :P

Semakin hari aku semakin tahu bahwa puisi itu bisa menampung cerita apa aja dalam kesingkatannya. Puisi bisa menyimpankan banyak misteri, ga mudah ditebak.. *seperti aku yang berlapis-lapis he..*

Yah, selamat menikmati halaman ini ^^

——————————–start——————————

14.05.2007

what if just right..

..and left won’t be stay forever

what if just my-right..

..and left will leave me

..in this restless..

26.05.2007

Terjaga bersama sinar Matahari pagi..

Engkau adalah pertama di pelupuk mata

*gawat, ini jatuh cinta beneran lho..*

Melangkah bersama alunan hidupnya Bumi..

Engkau ada di setiap ayunan irama hati

*hemh.. ini mulai serius yah??*

Terlelap di kehangatan bekunya selimut malam

Engkau adalah akhir di pelupuk mata

*engkau.. kamu.. Bintang..*

 —–@—–

pengen ngobrol panjang.. pengen ditemani terus.. *i-need-u-..-i-think* 

02.06.2007

Kau yang terbuka, tak lagi berpaling

Benderang tiba , hangat nian terasa

Sudikah dikau jeruji hatiku ini?

Hingga saatnya tak mampu lagi kumerindu

20.06.2007 *baca ini juga*

aku menelan rasa suka tak sengaja..
jangan salahkan jika berakar di dalam sini..
jangan suruh juga aku muntahkan lagi..
nanti sakit.. *aku ga mau itu*

aku terekat di dinding pesonamu..
janganlah marah jika aku tampak menikmati..
jangan suruh juga aku melepaskan diri..
nanti berdarah.. *aku takut kamu pingsan sendiri..*

aku maunya jatuh cinta selazimnya cinta tanpa ketimpangan..
jangan kambing-hitamkan 32 tahun yang merentang
jangan suruh aku pergi karena kemudaan ku
nanti menyesal.. *ya kamu itu.. kan aku udah mau.. *

05.07 .2007 *baca ini juga*

Kota-kota ber-”dandan”..

**
Pohon-pohon tua yang “setia” dibunuh satu per satu..
Taman-taman kota menjamur dan makan tempat..
Kemegahan diletakkan pada “penderitaan-mereka-yang-makin-tergusur-&-tidak-kebagian-lahan untuk-sekedar-bertahan-hidup”..
“Hak rakyat kecil” dialihkan demi penghargaan & pengakuan “kecantikan”
**

Kota-kota mau menutupi apa?

16.07.2007

cegahlah aku membersitkan “menyerah” di ruang kepala, Tuan..

cegahlah aku mematikan “yakin” di ruangnya hati..

biar kita ada..
biar kita nyata..
biar kita bersama..

 

06.08.2007

Engkau mencariku, Tuan?

Tersesatkah?

Aku tak jauh..

Aku ada didalammu..

(tak akan pernah sirna meski sirna)

27.09.2007

sekejap aku merasa tak ber-ayah.. tak ber-ibu..

sekejap aku menjadi tak ber-ayah.. tak ber-ibu..

sekejap aku melanglang tanpa cegah ayah-ibu..

sekejap aku mengangkasa tanpa peduli ayah-ibu..

*tak guna bertanya siapa aku.. tak ada yang akan menjawabkan..*

 

05.10.2007

waktu tak akan pernah menghilangkan tiap runutan nada di lingkupan semesta…

waktu tak akan membiarkan detak-sepi menyingkapi luapan masa…

waktu kuharapkan membiarkan tarian jemarimu kunikmati di satu titik nantinya…

@ @ @

was dedicated to “Pianis”

27.11.2007

Pergilah yang jauh, jangan bersitkan setitik berkas cahayamu

Aku tak perlu..

Pergilah yang jauh, bawalah dia yang terlalu takut dengan aku-yang-selalu-ada-didalammu

Cukup menyakitiku..

Jangan sampai aku membencimu hingga menjalari seluruh nadiku

Aku telah menghapusmu..

 

06.01.2008

*OST. Iris - GooGooDolls*

yang terbersit sekilas hanyalah sepi..

lalu semburat lara yang entah kapan akan hilang dirasa..aku kembali di tanya yang lama,

“Haruskah angin menjadi manusia agar terbaca?”

aku hanya bisa tersenyum pada reranting kering pepohonan..

di sini.. di sepanjang langkah yang kubebaskan..

tahukah dia betapa aku berusaha berhenti mengalir dan hanya melangkah?

*angin yang jatuh cinta.. terbutakan ingin jadi manusia..* 

aku tergugu.. sekilas pilu..

adakah setumpuk pengorbanan yang bodoh didalamku?

dan dia tak sedikitpun menoleh ketika menghukumku dan pergi..

*angin yang tlah kenal melangkah.. angin yang terluka.. angin yang tlah jadi manusia..*

aku membiarkan semua sekejap jadi puing..

biar tiap detil-ku mengenal terluka itu tak sebagai derita..

putuskan tak menyesali masanya menjadi manusia..

*biarlah angin selamanya..*

dan ketika Angin menjadi Manusia..

manusia itu memberi ruahan rasa menyakitkan

*melupakan angin yang mencoba menjadi manusia..*

22.01.2008

Kita yang melangkah bersama
Tak ada yang terpinta jauh dalam hatiku..

Meski kau tak selalu ada..
Kuhanya kan slalu percaya

Meski kau tak ada di setiap waktuku
Cukuplah semuamu bagiku..

Kau tak harus ada..
Karena kau ada di dalam ku selamanya..

31.01.2008

..melambari degupku dengan degupmu..

..terkungkung di ruahan udara berwarna..

..yang ada hanyalah tiada..

 

03.02.2008

renjana debu bergayut lenguh waktu..

aku..debu..
datang..padamu..

aku..debu..
singgahi..kamu..

aku..debu..
temani..tidurmu..

Zzz…zZz..zzZ…

embun-embun tiba mencumbu..

aku..debu..
tinggalkan..mimpimu..

aku..debu..
tak-lepas..darimu..

aku..debu..
selamanya..bersamamu..

embun tenggelamkan aku.. 

17.02.2008

*OST. Close to You - Carpenters*

Apa artinya merindumu dan aku kian jauh dari mampu-menyentuh?

Bahkan suaramu kian sayup, menghilang di rangkaian angin yang memandu terbangku.

Bagaimana menghilangkan beban-manis ini dari hati?

Bagaimana berhenti merindu, sementara yang kian lekat cuma tak-ingin-kau-pergi?

Hatiku terpagut diamnya sepi..

*kangen.. kangen.. kangen.. galaknya*

 

03.03.2008 

*kangen diskusi apapun dengan bapak2ku..

Apa yang hendak kulukiskan pada hujan jika merana merobek-robek ku?

Aku tak punya jawaban..

Aku hanya tak ingin hujan kian menghujan..

 

09.03.2008 

Aku menggenggam debu-debu bintang..

Aku membiarkanmu meresap hingga melajukan darahku..

Aku pun..

 

21.03.2008

Pergilah!!!

karena Matahari telah mati buatku.. 

Pergilah!!!

tak perlu mematikan aku  dengan kegaduhan tak perlu..

Pergilah!!!

Cukuplah PERGI!!!

 

21.03.2008

cukuplah aku bagi diriku

meski bagimu aku rapuh & serupa remah-remah yang remeh
meski bagimu aku usang & tak layak terpajang di etalase elit

cukuplah aku bagi diriku

aku yang tak hidup buatmu

usikanmu menebalkan dinding hatiku

terima kasih untuk itu

usikanmu menghitamkan atmosfer yang mengurungku

aku tak tergerak mati karena itu
tak akan pernah..

aku tak mau mati karenamu
tak akan..

aku tak mau menyerah padamu yang tak lebih agung
tak akan pernah..

cukuplah aku bagi diriku..

 

25.03.2008

*OST. Fixing a Broken Heart*

inginnya kembali terbang menjauh

tak menemukanmu
dan tak kau temukan

tak berhenti
dan tak dihentikan

hanya membebaskan lelah
agar lelah tak mengekangku

tak biarkan tanganmu menarikku
karena kembali tak akan pernah jadi aku

 

29.03.2008

Pernahkah percaya kau adalah harta?

Pernahkah terpikir kita kan nyata?

Lalu apa yang menggeliat liar di lajur darah?

Apakah semu-nya sesemu guratan permata di cakrawala?

02.04.2008

Kau yang tak menyambutku dengan air mata.. kusediakan sebagian ruang-hati buatmu..

karena air mata.. bukanlah hidupku..

.. 

Kau yang menjejaliku dengan cela.. kubiarkan berbahagia dengan semuamu..

karena cela itu.. pewarna khas yang layak bernafas..

..

Kau yang menenggelamkanku dengan cinta.. kuhadirkan diriku..

karena kepura-puraan.. menjauhkan segalanya dari murni..

..

Kau yang mendekapku dengan fakta.. kuberikan setiaku..

karena kita tak hidup untuk semu.. tak hidup untuk semu..

 

09.04.2008

Dulu.. mencintaimu adalah hal tak terduga dan tak teraih pikir..

bertemu..

berkenalan..

berbicara..

berbicara di hari-hari berikutnya tanpa bertemu lagi..

Lalu saling jatuh hati..

Dulu.. mencintaimu adalah kesengsaraan yang panjang..

tak bisa dimiliki..

tak bisa memiliki..

tak bisa berharap..

Dulu.. yang ada hanya keputusan bersama untuk saling menjauh..

..

Kini.. kamu datang dengan hasrat yang sama..

Tetap tak bisa dimiliki..

Tak ingin memiliki..

Hanya ingin mengambang bersama di udara kenikmatan..

dan Aku..

enggan terluka..

17.04.2008

yang tak pergi.. dan pergi..

yang tak nyata.. dan nyata..

apalah daya puing terundang?

apalah daya rimba menghadang?

apalah daya?

apalah daya?

*dan airmata menguap sebelum menyentuh wajahnya dara..*

25.04.2008

jangan pergi.. janganlah pergi..

mematikan detakku di sini.. janganlah mematikanku dalam sendiri..

berjanjilah.. tetap di sini..

aku ingin tempat untuk selalu kembali.. 

*dan senyum itu.. dan kehangatan dalam mata itu.. terima kasih untuk berjanji tidak akan pergi*

27.04.2008

mengoyakmu hanya kian memagut..

renjana.. aku..

adanya serpih-serpih yang kian memadu..

renjana.. aku..

kubawa terbang ke arah hatiku..

kubawa menari di antara darahku.. 

kubawa.. kubawa.. hidupku..

30.04.2008

*theme song: With or Without You - U2*

saya ingin menyentuh Kamu..

begitu agung menggema..

dalam kelabunya kalbu yang semakin tak bertuan..

..

beranikah saya mengakui?

beranikah saya membiarkan seluruh dunia mengetahui?

telanjur berpadu dalam irama yang tak mudah dimengerti..

terlarut dalam pencarian-pencarian tersembunyi..

..

kapankah itu “suatu saat nanti”?

08.05.2008

dan kemanakah binar matamu, Angin??

segala pendar cahaya meredup bersama kau yang lintas lalu

dan kemanakah senyummu, Angin??

segala hangat membeku bersama kau yang kian gamang melintas lalu

..

apa yang perputaran dunia lakukan padamu??

tak ada kecerahankah yang kau tawarkan bila dunia pun meredup karena jemu?

apa yang waktu lakukan padamu??

tak adakah keenganan menyerah lagi dalam nyawamu??

..

dan kemanakah bahagiamu yang terasa hingga ke denyut nadi, Angin??

segala ceria kau biarkan menghilang tak tentu..

..

[Angin sendiri tak mengerti.. ketika kau bertanya.. Angin kian tak mengerti]

[Angin hanya beranjak pergi.. hanya pergi..]

23.05.2008

Mengiblis aku..

Mengiblis kamu..

Meski di akhir kita hanyalah Dewa-Dewi..

Tak ada salah..

Tak ada benar..

Betapa nyaman abu-abu memagut debaran melemah..

Masih ingin hiduplah aku..

Buatlah hidup aku..

Jangan lagi biarkan segala padam merajaiku yang kian tak nyata

28.05.2008

Bilakah mula hingga kau Kekasih?

Bilakah akhir hingga kau sembilu?

Ke mana rentangan tangan kembali bertaut..

sungguh aku hanya tahu Tuan dan aku kembali bertaut..

..

Bilakah mula hingga kau Surgawi?

Bilakah akhir hingga kau tetap Surgawi?

Ke mana jejak kembali sejajar beriring..

Tak akan lagi ada saling menjauh, hanya beriring..

..

Aku tak mengerti, Tuan tak mengerti..

Kita sama tak pernah saling mengerti..

26.06.2008

Terlihatkah olehmu di pundak kecilku?

Ada remah-remahnya kita yang tersisa di sana

Aku tak merasa memikulnya

Karena kita tak seberat itu sebenarnya

Karena kita tak membebani dunia sesungguhnya..

..

Terlihat olehmu di jantung lemahku?

Ada remah-remahnya kita yang bergelayut manja

Aku tak merasa disakiti

Karena kita tak pernah bermaksud menyakiti adanya

Karena kita tak pernah mengerti sesungguhnya..

..

Tersadarikah olehmu di kening yang terbiasa kau tautkan di kening kecilku?

Ada remah-remahnya kita yang tak hendak terhapus luruh

Kau yang tertinggal didalamku, aku tersisa didalammu

Karena kita tak pernah meminta bersatu sebelumnya

Karena kita tak sengaja bersatu sesungguhnya

18.07.2008

Bila mata Tuan mencari kebenaran dimataku, akan tertemui..

Jangan lagi meragu lalu memilih mendebu..

Cukuplah segala yang Tuan beri tanpa terlisan..

Cukuplah segala yang terasa di udara tanpa harus banyak berwacana..

Cinta Tuan yang melambari jauh lebih dari cukup..

jauh lebih dari cukup..

30.07.2008

I can’t find u anywhere..
What should i do?

I can’t feel u anyhow..
I will never start to cry as my words..

Rujuklah rujuk duhai jiwa yang tergores sembilu..
Lerailah lerai duhai angkara yang menjejaki tiap belenggu..
Aku berkalang dirimu..
Aku berkalang dirimu..

Leave a Reply